085865141296

cs@scundip.org

Schnute Growth Model
Schnute (1981) dalam Pennaet al. (2005) mengembangkan model pertumbuhan umum 4 parameter yaitu

di mana yt adalah produk pertumbuhan individu umur t, τ1 adalah umur awal individu dan τ2 adalah umur akhir individu yang ditetapkan oleh peneliti, dengan 4 parameter model yaitu γ1 adalah produk pertumbuhan individu umur τ1 dan γ2 adalah produk pertumbuhan individu umur τ2 dan a adalah skala parameter yang menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan dan b adalah parameter titik belok yang berhubungan dalam menentukan laju pertumbuhan maksimum suatu individu (a 0 dan b 0)

Pengujian Asumsi dan Pemeriksaan Kebaikan Model
Pengujian asumsi merupakan salah satu bagi anda dalam analisis regresi termasuk untuk regresi nonlinier (Draper dan Smith, 1992).Pengujian asumsi yang dilakukan yaitu (1) Asumsi kenormalan galat dengan uji Kolmogorov-Smirnov; (2) Asumsi kehomogenan ragam galat dengan uji J.Szroeter.
Pemeriksaan keakuratan model digunakan untuk mengetahui kesesuaian data dengan model menggunakan koefisien determinasi (R2adj).Koefisien determinasi merupakan ukuran dari total keragaman yang dapat dijelaskan oleh model. Menurut Draper dan Smith (1992), koefisien determinasi memiliki besaran non negatif yang terletak antara nilai 0 sampai 1 ( 0 ≤ R2 ≤ 1 ).
Menurut Pennaet al. (2005) laju pertumbuhan maksimum Schnute Growth Model terjadi saat umur :

dengan produk pertumbuhan individu sebesar :

Pengujian Asumsi dan Pemeriksaan Kebaikan Model
Hasil pengujian asumsi galat menyatakan bahwa galat menyebar normal dan ragam galat homogen sehingga dapat disimpulkan bahwa semua asumsi terhadap galat telah terpenuhi.
Berdasarkan nilai R2adj > 0.90 pada setiap perlakuan artinya sekitar 90 % total keragaman tinggi tanaman jagung dapat dijelaskan oleh model, sehingga dapat disimpulkan bahwa Schnute Growth Model sesuai digunakan untuk mendekati model pertumbuhan tanaman tersebut.
Laju Pertumbuhan
Laju pertumbuhan tanaman jagung (Zea Mays) pada setiap perlakuan disajikan pada gambar berikut :

Laju pertumbuhan maksimum tanaman jagung pada setiap perlakuan adalah sebagai berikut :

Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan P4 dan perlakuan P7 mencapai laju pertumbuhan maksimum paling cepat dibandingkan perlakuan yang lain yaitu pada 43 hst. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan perlakuan P4 dan perlakuan P7 tanaman jagung akan lebih cepat mencapai tahap pertumbuhan generatif. Tanaman jagung pada setiap perlakuan mencapai laju pertumbuhan maksimum antara 40-50 hari setelah tanam. Hal ini sesuai dengan Subekti dkk (2012) yang menyatakan bahwa pada fase ini tanaman tumbuh dengan cepat sehingga kebutuhan unsur hara dan air relatif tinggi untuk mendukung laju pertumbuhan tanaman.
5. KESIMPULAN
Schnute Growth Model sesuai untuk diterapkan pada tinggi tanaman jagung ditinjau dari R2adj yang lebih dari 0.90.Rata-rata laju pertumbuhan maksimum tanaman jagung terjadi antara 40-50 hari setelah tanam, sehingga dapat disarankan pada umur tersebut tanaman jagung dapat diberi perlakuan khusus untuk mempercepat fase generatif.