085865141296

cs@scundip.org

Menurut Samkar & Alpu (2010) regresi ridge-robust merupakan penggabungan dari metode regresi ridge dan regresi robust yang dilakukan untuk mengatasi masalah multikolinieritas dan pencilan. Penduga regresi ridge-robust yang dihasilkan akan stabil dan resistant terhadap pencilan. Metode pendugaan parameter regresi robust, salah satunya adalah penduga MM (Method of Moment) yang diperkenalkan oleh Yohai (1987). Penduga MM merupakan gabungan dari penduga-S yang mempunyai nilai breakdown tinggi (0.5) dengan penduga-M yang mempunyai efisiensi yang tinggi (95%).

Rumus penduga parameter regresi ridge-robust adalah sebagai berikut:

Rumus KTG yang digunakan untuk pengujian signifikansi parameter regresi ridge-robust adalah

Berdasarkan hasil analisis data pada jurnal yang terlampir dengan variabel Pendapatan Asli Daerah (X1), jumlah penduduk (X2), dan total belanja (X3) yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (Y) pada 27 kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2011, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

 

Nilai Radj2, AIC dan SBC menunjukkan bahwa pendugaan parameter dengan regresi ridgerobust menghasilkan penduga yang lebih baik daripada menggunakan metode kuadrat terkecil. Model regresi berganda yang sesuai untuk data tentang PDRB pada 27 kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Sumber: Rahmawati, Candra Dian Fransiska Desi. 2015. “Regresi Ridge-Robust untuk Menangani Multikolinieritas dan Pencilan”. Universitas Brawijaya. Vol 3, No 1. http://statistik.studentjournal.ub.ac.id/index.php/statistik/article/view/225/243